Salshabila Aulia, Siswanto Siswanto, Saepul Mukti
Pemanfaatan media pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan mendorong tumbuhnya minat belajar siswa. Namun, pemanfaatan media pembelajaran pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) belum optimal karena masih dipengaruhi oleh keterbatasan sarana maupun kompetensi guru dalam menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi ketersediaan media pembelajaran, strategi guru PAI dalam memanfaatkan media pembelajaran, serta kendala yang dihadapi dalam pemanfaatannya di SDN Sawah Kulon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas satu guru PAI, satu wakil kepala sekolah, dan beberapa siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, data kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan media pembelajaran di SDN Sawah Kulon relatif memadai dan dimanfaatkan guru melalui media visual, audiovisual, dan media berbasis teknologi sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran. Pemanfaatan media tersebut menciptakan pembelajaran yang lebih variatif sehingga mampu meningkatkan perhatian, ketertarikan, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan jaringan internet, perangkat pendukung, serta kemampuan guru dalam mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran yang didukung oleh ketersediaan sarana dan kompetensi guru berkontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang lebih menarik dan mendukung tumbuhnya minat belajar siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai oleh sekolah untuk mendukung pembelajaran PAI yang lebih efektif, inovatif, dan berpusat pada siswa.