Madyo Adrianto, Pradnya Paramitha Vidiani Anak Agung, Untsa Alfiyaturrakhma, Anisa Nova Puspitaningrum, Martin Alexander V
Peningkatan penggunaan antiseptik berbahan dasar alkohol telah menimbulkan kekhawatiran terhadap iritasi kulit dan keamanan jangka panjang, sehingga mendorong pencarian alternatif antibakteri alami. Piper crocatum (daun sirih merah) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang diketahui memiliki sifat antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri in vitro dari ekstrak etanol Piper crocatum yang diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 40%. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumur pada medium Mueller-Hinton Agar. Diameter zona hambat untuk gel konsentrasi 10%, 20%, dan 40% masing-masing adalah 8,25 mm, 9,63 mm, dan 11,75 mm terhadap E. coli, serta 7,21 mm, 8,66 mm, dan 10,32 mm terhadap S. aureus. Formulasi 40% menunjukkan aktivitas antibakteri paling signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa gel Piper crocatum, terutama pada konsentrasi yang lebih tinggi, memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami.