Meygi Caesarika Putri Ilahude, Putu Nara Kusuma Prasanjaya, Anindyaningrum Putri Zainal, Asma Bio Kimestri, Firman Nasiu
Pakan merupakan komponen utama dalam usaha peternakan dengan kontribusi biaya mencapai 60–70% dari total produksi. Peternak babi rakyat di Desa Jati Bali, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagian besar masih mengandalkan bahan pakan lokal seperti dedak padi, singkong, dan ampas tahu yang memiliki keterbatasan nilai nutrisi serta kecernaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi bahan lokal yang difermentasi dalam meningkatkan performans ternak babi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan P0 : 100% Basal tanpa tambahan silase sayur; P1: 90% Basal dengan tambahan 10% silase sayur; P2: 85% Basal dengan tambahan 15% silase sayur; dan P3: 80% Basal dengan tambahan 20% silase sayur. Peubah yang diamati dilapangan meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (Average Daily Gain/ADG), rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR). Data dianalisis secara statistik untuk melihat perbedaan nyata antara perlakuan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian pakan dengan menggunakan silase limbah sayur pada ternak babi fase starter tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan konversi pakan, namun memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan. Berdasrkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan silase limbah sayur dapat digunakan sebagai alternatif pakan ternak babi, dan hasil menunjukkan penggunaan silase limbah sayur sampai dengan taraf 15% pada ternak babi tidak mengganggu kesehatan ternak.