Enike Dwi Kusumawati, Makdum Ibrahim Asmara Kandi, Tri Ida Wahyu Kustyorini, Dimas Pratidina Puriastuti Hadiani
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa pertumbuhan sapi Bali melalui pengukuran pertambahan bobot badan harian (PBBH), dimensi tubuh, serta menganalisis kapasitas tampung padang penggembalaan sebagai dasar pengembangan usaha peternakan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2026 di padang penggembalaan alam Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata. Sebanyak 20 ekor sapi Bali umur 2–2,5 tahun, terdiri atas 10 ekor jantan dan 10 ekor betina, diamati menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan meliputi bobot badan, PBBH, dimensi tubuh (tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada), serta ketersediaan hijauan pakan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menentukan performa pertumbuhan dan kapasitas tampung padang penggembalaan berdasarkan produksi bahan kering dan kebutuhan pakan ternak, sedangkan hubungan kualitas hijauan dengan PBBH dianalisis menggunakan korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata PBBH sapi Bali sebesar 0,275 ± 0,055 kg/ekor/hari, dengan sapi jantan memiliki nilai dan ukuran tubuh lebih tinggi dibandingkan sapi betina. Kapasitas tampung padang penggembalaan sebesar 0,85 ekor/ha/tahun, sedangkan kepadatan ternak aktual mencapai 1,2 ekor/ha, yang menunjukkan terjadinya tekanan penggembalaan akibat jumlah ternak melebihi daya dukung lahan. Disimpulkan bahwa performa pertumbuhan sapi Bali tergolong baik, namun kapasitas tampung padang penggembalaan masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggembalaan melalui penyesuaian jumlah ternak, penerapan rotasi penggembalaan, serta peningkatan kualitas dan ketersediaan hijauan pakan untuk mendukung produktivitas yang berkelanjutan.