Ashr Lian Alviani, Imam Fathurahman
Perkembangan media sosial telah mengubah pola aktivisme dari gerakan konvensional menuju aktivisme digital yang mengandalkan kekuatan komunikasi visual dalam membangun kesadaran publik. Salah satu figur yang memanfaatkan media sosial sebagai ruang advokasi isu kemanusiaan adalah Farah Qoonita melalui akun Instagram Baik Berisik dan @hai.pals. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi visual yang digunakan Farah Qoonita dalam membangun aktivisme digital terkait isu Palestina di media sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi terhadap konten Instagram, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan berdasarkan unsur retorika (ethos, pathos, dan logos) serta pemanfaatan elemen komunikasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi visual Farah Qoonita dibangun melalui integrasi ilustrasi, infografis, fotografi, tipografi, animasi, dan narasi persuasif yang didukung informasi faktual mengenai kondisi Palestina. Penggunaan retorika yang memadukan kredibilitas komunikator, argumentasi berbasis data, dan penguatan emosi berhasil membangun empati audiens serta meningkatkan keterlibatan mereka melalui berbagai aktivitas digital, seperti kelas edukasi, program relawan, kolaborasi kreator visual, kampanye media sosial, dan penggalangan dana. Kehadiran akun Baik Berisik dan @hai.pals menunjukkan bahwa media visual tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen komunikasi strategis yang mampu memperkuat gerakan sosial, membangun komunitas digital, dan mendorong partisipasi generasi muda dalam isu kemanusiaan Palestina.