Mochamad Ridho Ramadhan Wangsadilaga, Muhammad Rauuffan Fazl, Ahmad Prasetya Hady
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi mitos melalui bahasa karakter dalam film Agak Laen 2: Menyala Pantiku! dengan menggunakan pendekatan semiotika. Fokus penelitian ini adalah bagaimana bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sistem tanda yang menghasilkan makna sosial dan ideologi budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks media berdasarkan kerangka semiotika Roland Barthes, yang meliputi tiga tingkat signifikasi: denotasi, konotasi, dan mitos. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap adegan, dialog, dan ekspresi karakter dalam film, serta didukung oleh studi pustaka dari berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang membentuk konstruksi mitos, yaitu penggunaan dialek Medan sebagai penanda identitas sosial, penggunaan bahasa kasar sebagai bentuk keakraban, humor sebagai media kritik sosial, serta konstruksi karakter sebagai representasi sosial. Pada tingkat denotasi, bahasa berfungsi sebagai komunikasi literal; pada tingkat konotasi, bahasa mencerminkan nilai sosial dan konteks budaya; sedangkan pada tingkat mitos, makna tersebut dinaturalisasi menjadi kebenaran yang dianggap wajar dalam masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa humor memiliki peran penting dalam menyampaikan kritik sosial secara halus sehingga lebih mudah diterima oleh audiens. Lebih lanjut, dampak mitologi bahasa dalam film ini mencakup aspek sosial, budaya, dan industri. Secara sosial, film ini meningkatkan kesadaran audiens terhadap realitas masyarakat marginal; secara budaya, memperkuat identitas lokal melalui normalisasi bahasa nonformal; dan secara industri, menunjukkan bahwa narasi yang berakar pada realitas lokal memiliki daya tarik yang kuat di pasar film nasional.Kesimpulannya, film ini berhasil memanfaatkan bahasa lokal sebagai medium representasi sosial dan konstruksi mitos, sehingga mampu menghadirkan hiburan yang sekaligus reflektif dan kritis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian film dan media, khususnya dalam memahami peran bahasa dalam membentuk makna, ideologi, dan identitas dalam budaya populer.