Joice Ria Br Sitepu
Artikel ini berargumen bahwa terdapat upaya manusia untuk mencari pola yang dibentuk dari hal-hal tertentu ketika berhadapan dengan penderitaan, baik dalam upaya bertahan hidup atau mencari makna. Artikel ini membahas rengget (lantunan kehidupan masyarakat Karo) dan dua gagasan Moltmann sebagai bahasa ratapan atau respons terhadap penderitaan. Dengan mengimajinasikan Moltmann meratap melalui karya-karyanya, keduanya didudukkan berdampingan sebagai model meratap dalam upaya memahami teodisi. Rengget sebagai produk kultural merupakan instrumen yang merawat relasi, ingatan, dan harapan. Karya-karya Moltmann mengarah pada makna pengharapan. Dua model meratap tersebut bertemu pada gagasan mengenai keterhubungan segala sesuatu. Pertemuan rengget dan ratapan Moltmann menawarkan sebuah cara berefleksi secara teologis tentang penderitaan dan teodisi.