Ade Nabila Nurul Kharomah, Irpan Numang
Persediaan hangtag merupakan komponen penting dalam proses pengemasan produk di PT X. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah terjadinya stockout hangtag akibat belum adanya perencanaan persediaan yang akurat sehingga menghambat proses pengiriman produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola permintaan hangtag, menentukan metode peramalan dengan tingkat akurasi terbaik, serta menerapkan metode Min-Max Stock untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data historis permintaan hangtag periode Januari 2024–Maret 2026 yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan data perusahaan. Metode peramalan yang digunakan meliputi Single Moving Average (SMA), Single Exponential Smoothing (SES), dan Weighted Moving Average (WMA). Akurasi peramalan dievaluasi menggunakan MAD, MSE, dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola permintaan hangtag bersifat horizontal (stasioner). Metode Weighted Moving Average (WMA) periode 3 menghasilkan tingkat kesalahan terkecil dengan nilai MAPE sebesar 17,403% sehingga dipilih sebagai dasar penerapan metode Min-Max Stock. Perhitungan menghasilkan safety stock sebesar 285,86 pcs, minimum stock 1.158 pcs, maximum stock 2.031 pcs, dan reorder point (ROP) 873 pcs. Penerapan metode tersebut dapat membantu perusahaan mengoptimalkan pengendalian persediaan serta meminimalkan risiko stockout dan overstock.