Ardilah Tata Wijanarko, Risto Aditya, Muhammad Faisal Irgi Al Galih, Osep Hijuzaman
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penanganan petugas, ketepatan pengiriman, sistem pelacakan, keamanan fasilitas, dan jaminan pengiriman terhadap keamanan barang selama proses transit pada layanan ekspedisi JNE di Kabupaten Purwakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif empiris dengan paradigma positivistik, di mana sampel sebanyak 96 responden dipilih melalui teknik purposive sampling dan data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software SmartPLS 4. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan nilai R-Square sebesar 0,503, mengindikasikan bahwa kelima variabel independen secara simultan mampu menjelaskan 50,3% variasi keamanan barang. Secara parsial, hanya variabel jaminan pengiriman yang berpengaruh positif dan signifikan (P=0,012), sedangkan penanganan petugas (P=0,060), ketepatan pengiriman (P=0,649), sistem pelacakan (P=0,170), dan keamanan fasilitas (P=0,409) tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan penelitian menegaskan kepastian perlindungan finansial sebagai faktor terpenting, sehingga disarankan agar manajemen JNE Purwakarta merestrukturisasi prioritas sumber daya untuk mempermudah alur klaim asuransi serta mengedukasi transparansi proteksi barang dengan tetap menjaga standardisasi operasional gudang. Implikasi teoretis membuktikan adanya pemisahan persepsi konsumen bahwa teknologi pelacakan dan fasilitas fisik kini hanya menjadi standar wajib (must-have), sementara implikasi praktisnya menunjukkan bahwa jaminan hukum dan finansial menjadi pemicu utama rasa aman pelanggan sekaligus pemacu komitmen internal perusahaan dalam memperketat kontrol operasional.