科研速览 · Science Skim继续刷下去 · Keep skimming →
◆ Journal Of Spirituality And Practical Theology2026-07-31· Theology

Argumen Petrus sebagai Fondasi Teologi Misi Inklusif: Kajian Eksegesis Historis-Kritis atas Kisah Para Rasul 15:6-11

Syahdin Syahdin

原始摘要(英文原文)· Original abstract
Sidang Yerusalem (Kis. 15:6-11) menyelesaikan perselisihan penting mengenai apakah orang percaya non-Yahudi harus tunduk pada Taurat dan sunat untuk masuk ke dalam komunitas perjanjian. Petrus menegaskan bahwa Allah menyucikan hati mereka melalui iman dan mencurahkan Roh Kudus tanpa prasyarat ritual. Menggunakan pendekatan eksegesis historis-kritis yang dipadukan dengan teologi misi kontekstual, penelitian ini mengeksplorasi implikasi misional yang selama ini belum banyak digali. Argumen Petrus bertumpu pada tiga langkah teologis utama: preseden pneumatologis melalui pencurahan Roh Kudus, deklarasi soteriologis mengenai keselamatan semata-mata oleh kasih karunia melalui iman, serta mandat eklesiologis untuk membentuk komunitas perjanjian lintas etnis. Ketiga langkah ini membangun paradigma misi inklusif yang berakar kuat pada missio Dei, bukan sekadar strategi institusional. Keputusan ini menjadi model normatif bagi gereja dalam konteks masyarakat plural seperti Indonesia kontemporer, di mana Injil wajib dikontekstualisasikan tanpa menuntut asimilasi budaya.
读原文 · Read the paper ↗

AI 追问PRO

登录后使用 AI 追问

讨论区

登录后参与讨论

相关论文 · Related

Argumen Petrus sebagai Fondasi Teologi Misi Inklusif: Kajian Eksegesis Historis-Kritis atas Kisah Para Rasul 15:6-11 — 科研速览 Science Skim