Nadia Nopita Sari, Yully Asmariana, Adhetya Uberty
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Upaya penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan melalui pemberian asuhan kebidanan komprehensif yang mencakup masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan keluarga berencana. Asuhan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari sampai 18 Maret 2025 dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. S menjalani pemeriksaan antenatal secara teratur dengan kondisi ibu dan janin dalam batas normal. Pada proses persalinan, ibu mengalami persalinan kala I memanjang dengan kontraksi yang tidak adekuat sehingga dilakukan rujukan ke RSUHB dan persalinan diselesaikan melalui tindakan sectio caesarea. Bayi lahir pada tanggal 8 Februari 2025 pukul 23.10 WIB dalam kondisi baik, segera menangis, bergerak aktif, memiliki skor APGAR 9/10, berat badan 3.165 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala dan lingkar dada masing-masing 32 cm, serta tidak ditemukan kelainan kongenital. Selama empat kali kunjungan nifas dan tiga kali kunjungan neonatus, kondisi ibu dan bayi tetap dalam batas normal tanpa komplikasi. Pada kunjungan keluarga berencana, setelah diberikan konseling menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Ber-KB (ABPK), ibu memilih menggunakan kontrasepsi pil laktasi.