Dyah Ayu Kusumaningrum, Michelle Elise Lapian, Ifa Safira Mustikadara
Meningkatkan penggunaan kecerdasan buatan generatif dalam periklanan telah menciptakan kemungkinan baru untuk produksi visual sekaligus menimbulkan kekhawatiran tentang otentitas kradibilitas emosional dan ketidak nyamanan audiens studi ini mengekplorasi bagaimana audiens menafsirkan versi iklan Indomie yang dihasilkan manusia dan yang dihasilkan AI melalui lensa lembah ketidaknyamanan (uncanny valley). Desain komparatif kualitatif digunakan dengan menggunakan analisis penerimaan audiens. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengguna media sosial Indonesia yang familiar dengan Indomie dan periklanan digital. Partisipan diperlihatkan dua iklan yang sebanding, satu dibuat melalui proses konvensional yang dipimpin manusia dan yang lainnya diproduksi menggunakan AI generatif. Wawancara tersebut mengeksplorasi persepsi tentang daya tarik visual, kemanusiaan, otentisitas, keanehan keterlibatan emosional, kepercayaan merek, dan niat pembelian. Data dianalisis secara tematik melalui transkripsi, pengkodean, kategorisasi, perbandingan, dan interpretasi. Studi ini diharapkan dapat mengungkapkan bagaimana ketidakberaturan visual yang halus, persepsi artifisialitas, dan pengetahuan tentang keterlibatan AI membentuk respons audiens. Temuan ini dapat berkontribusi pada diskusi tentang lembah ketidaknyamanan dalam komunikasi komersial dan memberikan panduan praktis bagi merek yang ingin menggunakan AI generatif tanpa melemahkan koneksi emosional, keakraban budaya, dan kepercayaan konsumen.