Della Avrilya Safitri, Fathur Rohman
Penelitian ini mengkaji minimnya peran ayah dalam pendidikan agama anak di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, penelitian ini melibatkan 30 partisipan yang terdiri dari ayah, ibu, guru PAI, tokoh agama, dan anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas peran ayah dalam pendidikan agama anak masih sangat minim, dimana 80% ayah lebih banyak menyerahkan tanggung jawab kepada ibu dan lembaga pendidikan formal. Minimnya peran ayah disebabkan oleh lima faktor utama: keterbatasan waktu akibat tuntutan ekonomi, pemahaman tentang pembagian peran, kurangnya pengetahuan dan keterampilan, pengaruh budaya patriarki yang keliru, dan tantangan era digital. Dampak yang ditimbulkan meliputi lemahnya pemahaman anak terhadap ajaran Islam, rendahnya konsistensi pelaksanaan ibadah, tidak adanya figur panutan keagamaan, dan munculnya masalah perilaku serta krisis identitas keagamaan. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan agama sebagai amanah kepemimpinan yang tidak dapat didelegasikan sepenuhnya kepada pihak lain.