Euis Kusniawati, Rahma Nuryanti, Rama Jesta
Air formasi (produced water) merupakan limbah terbesar yang dihasilkan dari kegiatan produksi minyak dan gas bumi, dan sering kali memiliki kekeruhan (turbidity) serta Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi. Penggunaan koagulan sintetis, meskipun efektif, dapat meninggalkan residu kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kitosan yang disintesis dari limbah cangkang kepiting sebagai koagulan alami untuk pengolahan air formasi. Kitosan diproduksi melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Kinerja koagulasinya diuji menggunakan metode jar test dengan variasi dosis (0,1–0,4 gram) pada sampel air formasi. Analisis difokuskan pada parameter pH, TSS, Total Dissolved Solid (TDS), dan turbidity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kitosan 0,2 gram adalah yang paling efektif, menurunkan turbidity dari 5,7 NTU menjadi 5,2 NTU. Namun demikian, nilai TSS dan TDS mengalami peningkatan setelah penambahan kitosan. Hal ini disebabkan oleh pH sistem yang basa (pH 8,6–8,9), yang menghambat protonasi optimal gugus amina pada kitosan. Studi ini menegaskan bahwa kitosan berpotensi sebagai koagulan alami, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kontrol pH dan optimasi dosis, serta menjadi landasan bagi pengembangan teknologi pengolahan ramah lingkungan (green treatment technology) di industri migas.