Fani Famelia, Ardianti Permata Ayu, Natasya Dhoen
Penelitian ini bertujuan menganalisis desain interior Retail I Wear Up melalui perspektif antropologi desain dengan menitikberatkan pada konsep budaya konsumen, experience economy, dan desain hibrid. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan fungsi ruang retail yang tidak lagi sekadar menjadi tempat distribusi produk, tetapi juga berperan sebagai ruang kultural yang membentuk makna, identitas, dan pengalaman konsumsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis visual dan interpretatif terhadap elemen ruang, meliputi tata letak, material, atmosfer, serta narasi merek (brand). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain interior Retail I Wear Up membangun pengalaman konsumsi yang bersifat emosional dan simbolik melalui penggunaan warna cerah, bentuk ekspresif, serta zoning yang interaktif. Selain itu, desain tersebut merepresentasikan praktik hibriditas budaya melalui negosiasi antara nilai lokal, seperti slow fashion dan handmade, dengan estetika global kontemporer. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif antropologi desain untuk mengkaji desain interior retail sebagai medium produksi makna budaya yang mengintegrasikan budaya konsumen, pengalaman ruang, dan desain hibrid dalam konteks brand fashion lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas kajian desain interior retail sebagai praktik kultural yang memediasi hubungan antara ekonomi, budaya, dan identitas dalam masyarakat urban kontemporer.