Deris Maulana, Bayu Santoso, Diti Dwi Cahyo, Herdiansyah Agus, Gafur Ammar Santoso
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik atlet bulutangkis putra Jawa Barat peraih prestasi pada PON 2024 berbasis benchmark nasional. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan penelitian adalah delapan atlet bulutangkis putra Jawa Barat yang mengikuti pemusatan latihan dan bertanding pada PON Aceh–Sumut 2024. Komponen kondisi fisik yang diukur meliputi daya tahan aerobik menggunakan beep test, kecepatan menggunakan sprint 20 meter, fleksibilitas menggunakan sit and reach, power tubuh bagian atas menggunakan overhead medicine ball throw, dan power tungkai menggunakan vertical jump. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung rerata, selisih terhadap benchmark, dan persentase ketercapaian berdasarkan benchmark nasional yang tercantum dalam Permenpora Nomor 15 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata VO₂max atlet sebesar 46,27 ml/kg/min atau mencapai 71% dari benchmark 65 ml/kg/min. Kemampuan sprint 20 meter mencapai rerata 3,14 detik atau 88% dari benchmark 2,75 detik. Fleksibilitas mencapai rerata 18,63 cm atau 61% dari benchmark 30,61 cm. Power tubuh bagian atas mencapai rerata 4,83 meter atau 40% dari benchmark 12 meter, sedangkan power tungkai mencapai rerata 54,5 cm atau 68% dari benchmark 80 cm. Temuan ini menunjukkan bahwa atlet bulutangkis putra Jawa Barat peraih prestasi pada PON 2024 memiliki profil kondisi fisik yang bervariasi, dengan komponen kecepatan sebagai aspek yang paling mendekati benchmark nasional. Meskipun sebagian komponen belum mencapai benchmark, profil tersebut tetap merepresentasikan kondisi fisik aktual atlet yang mampu bersaing dan meraih prestasi pada level nasional. Benchmark nasional dalam penelitian ini dapat diposisikan sebagai acuan pengembangan jangka panjang menuju performa yang lebih tinggi.