Puteri Rahma Maharani, Izmi Haura Syahida, Munir Alinu Mulki
Senyawa bioaktif yang ditemukan dalam daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat berfungsi sebagai antioksidan alami untuk melindungi sel dari radikal bebas yang merusak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan aktivitas antioksidan daun kelor menurut jenis pelarut, menganalisis hubungan antara kapasitas antioksidan dan konsentrasi senyawa aktif, dan menentukan pelarut terbaik. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol, metanol, dan aquades, diikuti dengan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada radikal DPPH. Kandungan fenol, flavonoid, dan tanin dalam ekstrak diukur untuk memahami kontribusinya terhadap aktivitas antioksidan Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak yang mengandung pelarut etanol menunjukkan aktivitas antioksidan paling kuat, dengan nilai IC50 sebesar 103,98 ppm, Temuan ini menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap efektivitas ekstraksi senyawa antioksidan dari daun kelor. Secara praktis, hasil penelitian ini memperkuat potensi pemanfaatan ekstrak daun kelor sebagai bahan alami dalam formulasi produk farmasi, suplemen kesehatan, maupun kosmetik yang berfungsi sebagai antioksidan. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan teknik ekstraksi dan standarisasi produk berbasis daun kelor.