Monica Arlita, P Rachmawati, Fadila Fadila, Syamsul Rizal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan pendekatan person centered dalam mengatasi permasalahan psikologis anak korban kekerasan. Anak korban kekerasan sering mengalami trauma, rendah diri, kecemasan, ketakutan, kesulitan bersosialisasi, dan gangguan emosional yang memengaruhi perkembangan kepribadian maupun kemampuan sosialnya. Pendekatan person centered menekankan penerimaan tanpa syarat, empati, dan penghargaan terhadap individu sehingga diharapkan mampu membantu anak memahami dan menerima dirinya secara positif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 anak korban kekerasan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket skala psikologis mengenai kondisi emosional dan sosial anak korban kekerasan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan layanan konseling kelompok dengan pendekatan person centered terhadap penurunan tingkat trauma dan kecemasan anak korban kekerasan. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, layanan konseling kelompok dengan pendekatan person centered efektif digunakan dalam membantu pemulihan kondisi psikologis anak korban kekerasan