Novia Susanti, Anggi Rahmawati, Agustina Lestari
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya xerosis cutis. Terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah gel Aloe vera, yang memiliki kandungan aktif dengan sifat pelembap, antiinflamasi, antimikroba, dan mempercepat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian gel Aloe vera terhadap xerosis cutis pada pasien diabetes melitus tipe II. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=10) serta kelompok kontrol (n=10). Pengukuran kelembapan kulit dilakukan menggunakan Skin Digital Analyzer, disertai lembar observasi dan SOP penggunaan gel Aloe vera. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kelembapan kulit pada kelompok intervensi setelah pemberian gel Aloe vera. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kulit kering (80%) dan sedikit kering (20%). Setelah intervensi, kondisi kulit membaik menjadi normal (60%) dan agak lembap (30%). Sementara itu, pada kelompok kontrol sebagian besar responden tetap mengalami kulit kering (70%). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian gel Aloe vera efektif meningkatkan kelembapan kulit dan memperbaiki kondisi xerosis cutis pada pasien diabetes melitus tipe II.