Erik Surahmat
Staphylococcus aureus merupakan patogen penting penyebab infeksi aliran darah dengan pola kepekaan antibiotik yang terus berubah seiring meningkatnya resistensi antimikroba. Evaluasi profil kepekaan antibiotik diperlukan untuk mendukung terapi empiris yang tepat dan pengendalian resistensi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kepekaan antibiotik terhadap isolat S. aureus yang berasal dari kultur darah pasien. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, data diperoleh dengan cara retrospektif melalui pengumpulan dan analisis data hasil kultur darah pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar isolat Staphylococcus aureus masih sensitif terhadap oksasilin, vankomisin, linezolid, tigecycline, rifampisin, dan gentamisin, sedangkan benzilpenisilin menunjukkan tingkat resistensi tertinggi. Pola kepekaan antibiotik yang spesifik pada setiap rumah sakit menegaskan pentingnya antibiogram lokal sebagai dasar pemilihan terapi empiris, de-eskalasi antibiotik, dan penguatan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA).