Niska Ramadani, Yusran Panca Putra, Willi Novrian
Anak usia sekolah dasar di Desa Taba Padang, Kabupaten Kepahiang, semakin akrab dengan smartphone dan media sosial, namun belum diimbangi pemahaman tentang batasan penggunaan, perlindungan data pribadi, dan etika komunikasi digital. Kondisi ini berisiko memunculkan kebocoran data pribadi maupun perundungan siber. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa SDN 07 Seberang Musi agar dapat memanfaatkan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tiga tahap kegiatan, yaitu sosialisasi media sosial aman, edukasi privasi digital, dan simulasi etika serta pelaporan, yang diikuti oleh 31 siswa dan didampingi 2 orang guru. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai batasan penggunaan media sosial, perlindungan data pribadi dan jejak digital, serta kesadaran etika berkomunikasi untuk mencegah perundungan siber. Siswa juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam sesi simulasi dan mampu membedakan tindakan aman dan tidak aman di ruang digital. Kegiatan ini disimpulkan berhasil menjadi langkah awal membangun budaya bermedia sosial yang aman, sehat, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah dasar.