Erik Sutendi, Riki Ridwan Margana
Perusahaan X merupakan perusahaan distributor alat rumah tangga yang menghadapi permasalahan pada operasional gudang dan pengendalian persediaan. Tingginya komplain pelanggan menunjukkan bahwa proses operasional gudang di Perusahaan X belum berjalan secara optimal sehingga memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kategori komplain yang menjadi prioritas perbaikan, menganalisis faktor penyebab komplain, serta merumuskan usulan perbaikan operasional gudang untuk mengurangi komplain pelanggan. Penelitian menggunakan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tahap Define dilakukan dengan mengidentifikasi permasalahan dan menentukan Critical to Quality (CTQ) berdasarkan data komplain pelanggan. Tahap Measure menggunakan Pareto Chart, serta perhitungan Defect per Opportunity (DPO), Defect per Million Opportunities (DPMO), dan nilai sigma. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat komplain sebesar 0,57% dari 81471 transaksi dengan kapabilitas proses sebesar 4,1 sigma. Diagram Pareto menunjukkan lima kategori komplain dominan yang menyumbang 84,42% dari total komplain. Tahap Analyze menggunakan Fishbone Diagram untuk mengidentifikasi akar penyebab komplain. Tahap Improve mengusulkan penerapan Warehouse Management System (WMS) berbasis barcode, SOP pengelolaan informasi produk marketplace, dan metode 5S. Selanjutnya, tahap Control dilakukan melalui SOP operasional Gudang, checklist Monitoring dan audit berkala untuk memantau proporsi komplain secara berkelanjutan. Usulan perbaikan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasional gudang dan mengurangi komplain pelanggan.