Fakhrina Triafida, Aniza Hanjas Putri, Dita Rosyita
Industri pengolahan kayu merupakan sektor strategis penunjang perekonomian nasional. Perum Perhutani KBM Industri Kayu menghadapi tantangan berupa fluktuasi permintaan Finish Product (FP) Flooring Jati yang tidak menentu, yang berisiko menyebabkan overstock atau kekurangan persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan produk FP Flooring Jati pada Perum Perhutani KBM Industri Kayu guna mengoptimalkan perencanaan produksi dan manajemen inventaris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder time series berupa volume permintaan produk selama lima tahun. Data tersebut dianalisis menggunakan metode peramalan Single Moving Average (SMA) dengan membandingkan parameter periode (n)= 2 dan (n)= 3. Evaluasi akurasi model diukur menggunakan indikator Mean Error (ME), Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode 2-SMA memiliki nilai kesalahan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode 3-SMA, sehingga dipilih sebagai model terbaik. Nilai MAPE kedua metode berada pada rentang 20–50%, kategori kemampuan peramalan baik. Hasil proyeksi permintaan untuk lima tahun ke depan sebesar 3.723 m3 pada tahun 2027, menurun menjadi 3.288 m3 pada tahun 2028, kemudian kembali meningkat menjadi 3.505 pada tahun 2029. Tahun berikutnya turun lagi menjadi 3.396 m3 dan melonjak tipis pada tahun 2031 menjadi 3.451 m3.