Vicky Avinas, Didit Damur Rochman
Kesenjangan antara meningkatnya permintaan dan keterbatasan pasokan akibat kebijakan pemerintah yang mengatur pembelian dan penyimpanan LPG bersubsidi. Kondisi ini menuntut agen distribusi untuk memiliki sistem manajemen persediaan yang mampu menyesuaikan kebutuhan secara tepat dan berkelanjutan. PT Wira Citra Agung Mandiri sebagai agen distribusi LPG 3KG di Kabupaten Bandung mengalami permasalahan dalam pengelolaan stok dan distribusi produk. Gejala permasalahan yang muncul ditandai dengan sering terjadinya kekurangan persediaan pada tingkat pangkalan dan warung saat permintaan meningkat, serta kelebihan stok pada periode tertentu. Kondisi tersebut terjadi karena manajemen persediaan yang diterapkan masih bersifat reaktif dan belum didukung oleh sistem perencanaan distribusi yang terstruktur dan terintegrasi, sehingga berdampak pada efisiensi logistik dan kualitas pelayanan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan manajemen logistik yang berjalan serta mengevaluasi kegunaan model Distribution Requirements Planning (DRP) sebagai alternatif sistem perencanaan distribusi dalam mengoptimalkan persediaan LPG 3KG. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan unit analisis agen, pangkalan, dan warung yang tergabung dalam jaringan distribusi perusahaan. Data dianalisis dengan membandingkan metode Lot for Lot dan Distribution Requirements Planning (DRP) dalam pengelolaan persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DRP mampu menghasilkan perencanaan distribusi yang lebih sistematis, terkoordinasi, dan efisien dibandingkan metode Lot for Lot. Selain itu, DRP terbukti mampu menurunkan total biaya persediaan serta mengatasi permasalahan kekurangan stok secara signifikan. Oleh karena itu, penerapan DRP direkomendasikan untuk diimplementasikan secara menyeluruh di PT Wira Citra Agung Mandiri guna meningkatkan efisiensi distribusi dan keberlanjutan operasional LPG 3KG.