科研速览 · Science Skim继续刷下去 · Keep skimming →
◆ Indo Green Journal2026-06-03· Humanities

Analisis Penggunaan Bahasa Gaul di Media Sosial Oleh Mahasiswa Universitas Negeri Medan dan Kaitannya dengan Pemahaman Bahasa Indonesia

Arungi Putra Dao, Ardilla S. Pratiwi, Rian Lucky Sartua Sitompol, Joy Anny Hasian Simanjuntak, Indah Wahyuni Sinaga, Muhammad Anggie Januarsyah Daulay

原始摘要(英文原文)· Original abstract
Perkembangan platform digital telah mendorong intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, seiring dengan itu muncul fenomena maraknya penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penggunaan bahasa gaul di media sosial oleh mahasiswa Universitas Negeri Medan serta dampaknya terhadap kompetensi berbahasa Indonesia, khususnya dalam konteks akademik. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis pada basis data Google Scholar, SINTA, dan Garuda terhadap 28 sumber yang terdiri atas jurnal ilmiah, buku, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, dengan menggunakan kata kunci bahasa gaul, media sosial, dan Bahasa Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk bahasa gaul yang paling banyak digunakan mahasiswa meliputi singkatan, akronim, neologisme, perubahan bentuk kata, dan peminjaman kosakata dari bahasa asing. Penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu kebutuhan identitas sosial, efisiensi komunikasi, kreativitas berbahasa, serta pengaruh konten dan figur publik di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk bahasa gaul yang paling banyak digunakan mahasiswa meliputi singkatan, akronim, neologisme, perubahan bentuk kata, dan peminjaman kosakata dari bahasa asing. Penggunaan bahasa gaul dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu kebutuhan identitas sosial, efisiensi komunikasi, kreativitas berbahasa, serta pengaruh konten dan figur publik di media sosial. Temuan kajian literatur menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul tidak serta-merta mengikis kemampuan formal mahasiswa selama mereka memiliki kesadaran kontekstual dan kompetensi diglosik yang memadai untuk menempatkan variasi bahasa sesuai situasi komunikasi. Namun, risiko interferensi linguistik dalam penulisan akademik tetap ada, terutama pada mahasiswa yang belum memiliki fondasi bahasa baku yang kuat.
读原文 · Read the paper ↗

AI 追问PRO

登录后使用 AI 追问

讨论区

登录后参与讨论

相关论文 · Related

Analisis Penggunaan Bahasa Gaul di Media Sosial Oleh Mahasiswa Universitas Negeri Medan dan Kaitannya dengan Pemahaman Bahasa Indonesia — 科研速览 Science Skim