Farina Noer Ilal ‘Afiyah, Kurniah Astutik
Krisis kepemimpinan di masa depan bermula dari rapuhnya fondasi karakter sejak usia dini. Al-Qur'an menyediakan prototipe kepemimpinan yang ideal melalui kisah para nabi dan tokoh inspiratif lainnya. Namun, dalam konteks pengasuhan, peran ayah sering kali terpinggirkan (fatherless) dalam proses penanaman nilai spiritual dan karakter. Padahal, figur ayah memiliki urgensi strategis dalam membentuk aspek kognitif dan ketegasan moral anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis isi (content analysis). Sumber data primer diambil dari ayat-ayat Al-Qur'an dan tafsir yang relevan, sementara data sekunder diperoleh dari literatur psikologi perkembangan anak dan pola asuh. Pola asuh ayah yang berbasis pada kisah Al-Qur'an terbukti efektif dalam membangun embrio jiwa kepemimpinan pada anak usia dini. Keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan agama di rumah tangga menjadi kunci keberhasilan transformasi nilai dari teks suci ke dalam perilaku keseharian anak.