Bambang Kusbandrijo
Meningkatnya kompleksitas tata kelola pariwisata di era BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, dan Incomprehensible) di wilayah yang kaya akan budaya dengan sistem tata kelola yang terfragmentasi. Studi ini mengembangkan Model Strategi Pengembangan Pariwisata BANI berdasarkan integrasi Budaya, Alam, Nilai. Inovasi (BANI) untuk memperkuat ketahanan dan destinasi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji kesenjangan antara potensi pariwisata budaya dan alam yang melimpah di Kabupaten Ponorogo dengan daya saing pariwisatanya yang masih relatif rendah. Kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas kelembagaan, belum optimalnya kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta lemahnya implementasi tata kelola digital.. Desain studi kasus kualitatif diterapkan dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur bersama pejabat pemerintah, pelaku usaha pariwisata, organisasi masyarakat, akademisi, dan media lokal, yang dilengkapi dengan observasi lapangan dan analisis dokumen kebijakan. Data dianalisis melalui open, axial, dan selective coding untuk mengidentifikasi pola tata kelola strategis dan respons adaptif. Temuan menunjukkan bahwa kerentanan pariwisata didorong oleh empat tantangan yang saling terkait: kerapuhan infrastruktur, fragmentasi tata kelola kolaboratif, kesenjangan transformasi digital, dan ketiadaan kecerdasan pariwisata yang terintegrasi. Studi ini mengusulkan Model Strategi Pengembangan Pariwisata BANI yang mengintegrasikan peningkatan infrastruktur hijau, pelembagaan kolaborasi pentahelix, tata kelola pariwisata digital yang gesit, dan kecerdasan pariwisata berbasis bukti ke dalam satu kerangka kerja tata kelola adaptif yang padu. Model ini mentransformasikan interaksi antara warisan budaya, aset alam, nilai-nilai lokal, dan teknologi inovasi menjadi lanskap budaya cerdas yang mampu meningkatkan ketahanan destinasi, inklusi sosial, dan daya saing digital. Studi ini berkontribusi secara teoretis dengan memperluas literatur tata kelola pariwisata adaptif melalui perspektif BANI dalam pengembangan pariwisata daerah berbasis budaya. Secara praktis, studi ini menawarkan model tata kelola strategis yang dapat memandu pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pariwisata dalam mengembangkan destinasi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di tengah kondisi ketidakpastian yang meningkat.