Rizki Hamdani, Sukamta, Suharyanto
Bendungan disamping memiliki manfaat yang besar, juga menyimpan potensi bahaya yang besar pula. Bendungan yang runtuh akan menimbulkan banjir bandang yang akan mengakibatkan timbulnya korban jiwa, harta benda dan kerusakan lingkungan yang sangat parah di daerah hilir. Khususnya pada bendungan yang telah beroperasi cukup lama dengan kegiatan pemeliharaan besar berupa perbaikan dan rehabilitasi. Untuk mencegah atau sekurang-kurangnya mengurangi resiko kegagalan bendungan maka diperlukan adanya penilaian risiko untuk menganalisis dan mengevealuasi bahaya bendungan tersebut. Penilaian risiko yang dilakukan pada Bendungan Sutami menggunakan metode pohon kejadian (event tree), tradisional dan modifikasi ICOLD. Hasil penilaian risiko merupakan dasar pertimbangan dalam penentuan tindakan pengurangan risiko untuk mencegah peningkatan potensi kegagalan bendungan. Hasil penelitian menunjukkan Bendungan Sutami dengan metode tradisional dan metode pohon kejadian nilai probabilitas sebesar 1.00E-05 sehingga dibutuhkan penanganan lebih lanjut. Untuk metode modifikasi ICOLD memiliki nilai risiko sebesar 67 dengan kategori risiko “tinggi”, yang artinya bendungan sutami memerlukan perhatian khusus berupa tindakan perbaikan untuk mengurangi risiko kegagalan bendungan.