Khoirur Reza, Miftakhul Jannah
Kesejahteraan subjektif mahasiswa merupakan indikator penting dalam konteks pendidikan tinggi dan diduga berkaitan dengan faktor perilaku serta kognitif. Studi ini bertujuan untuk menguji peran general self-efficacy sebagai variabel mediator dalam hubungan antara aktivitas fisik dan subjective well-being pada mahasiswa. Studi ini melibatkan 316 mahasiswa aktif yang berpartisipasi secara sukarela dan mengisi instrumen studi secara lengkap untuk menguji model mediasi yang menempatkan general self-efficacy sebagai variabel perantara dalam hubungan antara aktivitas fisik dan subjective well-being. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yang disesuaikan dengan tujuan studi. Data dikumpulkan melalui survei dengan pengukuran: (1) aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ-SF); (2) general self-efficacy menggunakan General Self-Efficacy Scale for Higher Education; serta (3) subjective well-being menggunakan College Student Subjective Wellbeing Questionnaire. Analisis data menggunakan pemodelan jalur dengan pendekatan bootstrapping sebanyak 5.000 resampling dengan 95% bias-corrected confidence interval untuk mengestimasi efek langsung, tidak langsung, dan total effect secara lebih akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh langsung aktivitas fisik terhadap subjective well-being tidak signifikan (koefisien estimasi demikian pula efek total yang menunjukkan signifikansi statistik (koefisien estimasi = 1.926 × 10⁻⁵; p = 0,042). Temuan studi ini mengindikasikan bahwa kontribusi aktivitas fisik terhadap kesejahteraan mahasiswa terutama berlangsung melalui peningkatan efikasi diri sebagai mekanisme psikologis perantara.