Sri Kusrohmaniah, Muhana Sofiati Utami, Gita Yolanda, Destra Riyan Putu Arya Bima, Nur Asyikin Yakub, Sholikhatul Ilmi
Memasuki tahun kedua, pandemi COVID-19 masih berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Hal ini termasuk kehidupan mahasiswa, baik secara akademik maupun kesehatan mental. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kesehatan mental mahasiswa pada tahun kedua pandemi COVID-19 dan membandingkan kelelahan Zoom antara mahasiswa angkatan awal dan akhir. Metode studi yang digunakan adalah survei cross-sectional dengan teknik analisis deskriptif dan komparatif terhadap 102 mahasiswa dengan rentang usia 17-22 tahun. Partisipan studi diberikan skrining secara daring dengan menggunakan tiga instrumen terstandarisasi, yaitu: (1) DSM-5 Self-Rated Level 1 Cross-Cutting Symptom Measure; (2) Zoom Exhaustion and Fatigue Scale versi Indonesia (ZEF Scale); dan (3) Impact of Event Scale versi COVID-19 (IES-COVID-19). Hasil studi menunjukkan bahwa 92% partisipan studi mengalami kelelahan Zoom dalam tingkat Sedang hingga Tinggi, sementara tidak ada perbedaan signifikan skor rerata kelelahan Zoom jika dilihat dari angkatan mahasiswa (t(100) = 0,74, p = 0,46, d = 0,15). 61% melaporkan dampak psikologis terkait COVID-19 dalam kategori Sedang hingga Berat. Gejala yang paling dominan adalah depresi dan kecemasan. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental pada mahasiswa pada tahun kedua pandemi COVID-19 cukup mengkhawatirkan dan diperlukan perhatian serta pemantauan kepada mahasiswa dengan menyiapkan program intervensi kesehatan mental serta kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap tantangan pembelajaran daring dan stres akibat pandemi.