科研速览 · Science Skim继续刷下去 · Keep skimming →
◆ Sabda Jurnal Kajian Kebudayaan2026-06-07· Humanities

Semiotic Analysis of Batak Onion in Typical Batak Toba Foods, Arsik Ikan Mas and Dali Ni Horbo

Esther Sitorus, Desryana Sinaga, Asrini Habeahan, Gita Permata Sari Sihombing

原始摘要(英文原文)· Original abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna semiotik bawang Batak (Allium chinense) sebagai tanda budaya dalam dua masakan adat Batak Toba, yaitu arsik ikan mas dan dali ni horbo. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa makanan tradisional bukan sekadar kebutuhan biologis, melainkan sistem tanda yang mencerminkan nilai sosial, spiritual, dan filosofis suatu masyarakat. Dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini menguraikan hubungan antara penanda (signifikan) berupa bentuk fisik dan fungsi bawang Batak, serta penanda (signifié) berupa makna sosial, spiritual, dan filosofis yang melekatkan masyarakat Batak Toba terhadap bahan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik kajian pustaka terhadap berbagai sumber antropologi, etnografis, dan semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, bawang Batak berfungsi sebagai penyeimbang rasa dan penyedap alami dalam dua hidangan adat, sedangkan secara konotatif ia melambangkan kesucian, keseimbangan, dan keharmonisan antara manusia, alam, serta leluhur. Dalam konteks sosial, bawang Batak menjadi simbol solidaritas dan persatuan dalam sistem dalihan na tolu; secara spiritual, menjadi lambang penyucian dan restu leluhur; dan secara filosofis, keseimbangan moral kehidupan. Dengan demikian, bawang Batak bukan sekedar bahan kuliner, melainkan tanda budaya multidimensi yang menghubungkan aspek kuliner, sosial, dan spiritual dalam Kebudayaan Batak Toba.
读原文 · Read the paper ↗

AI 追问PRO

登录后使用 AI 追问

讨论区

登录后参与讨论

相关论文 · Related

Semiotic Analysis of Batak Onion in Typical Batak Toba Foods, Arsik Ikan Mas and Dali Ni Horbo — 科研速览 Science Skim